Setiap saya sholat shubuh, di masjid, saya merasa sedih kenapa teman-teman jama'ah hanyalah para camat (calon mati alias sudah sepuh). Kemana para pemuda, apakah orang bertakwa hanya untuk orang tua. Apakah bila masih muda tidak perlu pergi kemasjid ? Apakah bila masih muda yakin akan hidup sampai tua sehingga tidak perlu pergi ke masjid ? Sungguh benar engkau ya Rasulullah saw, engkau resah akan masjidmu yang tinggi menjulang, kokoh menantang tetapi kosong tak bertuan.
Ayolah, jadilah seperti rasulullah yang mengajak bilal rehat dengan sholat. Letakkan pekerjaan anda, sisingsingkan selimut anda, berehatlah di masjid Bertafakur menekur dengan nafas teratur Mengagungkan asma ilahi yang misuwur Jadilah pemuda yang hatinya bertaut dengan masjid. Pemyemarak ramai ibadah Menganyam nilai ukhuwah, sesama jama'ah Sedihlah bila anda melihat masjid tanpa aktivitas, kosong ruhaniyah.
Ramaikan masjid sekitar kita Gentarkanlah musuh dengan rapatnya jama'ah Kokohkan ukhuwah dengan tegaknya sholat lima Bagaimana kita akan memenuhi seruan jihad, sedangkan seruan adzan pun kita tinggalkan Bayangkan bila rasulullah masih hidup Pasti beliau sedih melihat umatnya Mungkin kita akan ditinggalkannya Mungkin kita akan didiamkan laksana 3 sahabat tertinggal di perang Mungkin rumah kita akan dibakar oleh rasulullah bila tahu kita tidak pergi memenuhi panggilan sholat
OOh suraumu kini ya nabi... sepi tanpa ruh.. hanya bata yang rapuh.. simbol rumah Allah... tanpa tamu.. tidak semarak.. senyap..
 | tugas kita untuk menarik mereka ke Masjid, Akhiyna. |
 | aysyi wrote on May 23, '09 harus ada takmir yang benar benar terpanggil untuk memakmurkan masjid. |
| |